Rabu, 01 Mei 2013

PROSES KEPERAWATAN


PROSES KEPERAWATAN
Proses keperawatan adalah metode pengorgaisasian yang sistematis dalam melakukan asuhan keperawatan pada individu, kelompok, dan masyarakat yang berfokus pada identifikasi dan pemecahan masalah dari respon pasien terhadap penyakitnya. ( Tarwoto, 2010)
                       
                        Depkes RI Proses keperawatan adalah suatu proses penilaian masalah yang dinamis dalam usaha memperbaiki atau memelihara pasien sampai ketaraf optimum melalui suatu pendekatan yang sistemik untuk mengenal dan membantu memenuhi kebutuhan khusus pasien
Manfaat Penggunaan Proses Keperawatan
Ø  Manfaat Untuk Pasien
Ø  Mendapatkan pelayanan keperawatan yang bermutu efektif dan efesien. Asuhan keperawatan yang diberikan telah dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien melalui proses pengumpulan data, analisa data perumusan masalah, rencana yang terarah, pelaksanaan sesuai dengan rencana, dan hasil evaluasi yang terus menerus.
Ø  Pasien bebas mengemukakan pendapat/kebutuhannya demi mempercepat kesembuhan.
Ø  Melalui proses yang sistematik, proses kesembuhan dapat dipercepat dan pasien mendapat kepuasaan dari pelayanan yang diberikan
Ø  Manfaat untuk Tenaga Keperawatan
Ø  Kemampuan intelektual dan teknis tenaga keperawatan dapat berkembang sehingga kemampuan perawat baik dalam berpikir kritis analitis maupun keterampilan teknis juga meningkat.
Ø  Meningkatkan kemandirian tenaga keperawatan. Dengan menggunakan proses keperawatan maka diagnosis keperawatan, rencana tindakan, pelaksanaan tindakan serta evaluasi pasien dapat ditentukan tanpa harus bergantung kepada tenaga kesehatan lain. (misalnya dokter) sehingga prinsip kemitraan dapat diwujudkan
Ø  Kepuasan yang dirasakan pasien akan semakin meningkatkan citra perawat dimata masyarakat





Ø  Manfaat untuk Institusi (Rumah Sakit)
Ø  Bagi pengunjung (masuk/keluar pasien) sehingga keuntungan yang diperoleh akan meningkat.
Ø  Citra Rumah Sakit akan bertambah baik di mata masyarakat.
Ø  Manfaat bagi Masyarakat
Ø  Masyarakat mendapat pelayanan yang berkualitas

LANGKAH – LANGKAH PROSES KEPERAWATAN :
Ø  PENGKAJIAN
Ø  DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ø  PERENCANAAN DAN
Ø  IMPLEMENTASI
Ø  EVALUASI
PENGKAJIAN
Ø  Mencakup data yang dikumpulkan melalui     wawancara pengumpulan riwayat kesehatan, pengkajian fisik, pemeriksaan lboratorium,        dan diagnostik. (Doenges, 1999)
Ø  Pengkajian, yang meliputi pengumpulan data, analisa data, perumusan masalah kesehatan / keperawatan.
Tahapan pengkajian dari proses keperawatan meliputi tiga aktivitas :
  1. mengumpulkan data secara sistematis
  2. memilah dan mengatur data yang dikumpulkan
  3. mendokumentasikan data dalam format yang dapat dibuka kembali
Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal yaitu :
  1. status kesehatan pasien
  2. kekuatanpasien dan masalah kesehatan yang dialami (aktual, risiko/potensial)
Dalam melakukan pengkajian diperlukan keahlian2 wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi. Hasil pengumpulan fata kemudian di klasifikasikan dalam data subjektif dan objektif. Data subjektif merupakan ungkapan atau persepsi yang dikemukakan oleh pasien sedangkan dataobjektif adalah data yang didapatkan dari hasil observasi, pengukuran dan pemeriksaan fisik.
Ada beberapa cara pengumpulan data
  1. berdasarkan sistem tubuh
  2. berdasarkan kebutuhan dasar maslow
  3. berdasrkan teori keperawatan
  4. berdasarkan pola kesehatan fungsional

BERDASARKAN SISTEM TUBUH
Ø  SISTEM KARDIOVASKULER
Ø  SISTEM PERNAPASAN
Ø  SISTEM PENCERNAAN
Ø  SISTEM ENDOKRIN
Ø  SISTEM INTEGUMEN
Ø  SISTEM PERSYARAFAN
Ø  SISTEM NEUROLOGI
Ø  SISTEM NEFROTIK
Berdasarkan pola kesehatan fungsional
Ø  ELIMINASI
Ø  NUTRISI
Ø  PERSONAL HYGIENE
Ø  OKSIGENASI
Ø  CAIRAN ELEKTROLIT
Ø  ISTIRAHAT TIDUR
Ø  AMAN DAN NYAMAN
Ø  MOBILISASI
Ø  PSIKOSOSIAL

METODE PEMERIKSAAN FISIK :
Ø  Inspeksi ( melihat )
-          Mengamati tingkah laku klien
-          Mengebservasi keadaan tubuh klien à dilakukan pada saat pertama kali bertemu dengan klien & mendeteksi perubahan-perubahan, gejala, kelainan-kelainan yang berhubungan dengan status fisik
-          Cara kerja :
        Cukup cahaya untuk penerangan dalam ruangan
        Suasana nyaman, suhu ruangan yang nyaman
-          Membuka pakaiaan diwilaya pemeriksaan
        Gunakan alat bantu ( kaca pembesar, senter )
        Perhatikan keadaan klien meliputi :
        Tingkah laku
        Ekspresi
        Postur tubuh
        Penampilan umum
-          Dilakukan secara sistematis dan membandingkan bagian sisi tubuh dengan lainnya
Ø  Palpasi ( meraba )
-          Dengan cara menggunakan perabaan pada bagian yang akan diperiksa
-          Cara kerja :
        Tentukan daerah yang akan dilakukan palpasi
        Menjelaskan pada klien tentang ahl-hal yang akan dilakukan
        Gunakan jari 2,3,4 untuk mendeteksi bentuk dan struktur organ yang akan diperiksa. Contoh Bagian abdomen à Digunakan telapak tangan dengan tekanan ringan, Dengan dua telapak tangan bila perlu
        Perhatikan ekspresi wajah selama melakukan palpasi


Ø  Perkusi ( Mengetok )
-          Pemeriksaan dengan cara mengetuk
        Untuk mengetahui batas-batas organ
        Mengetahui ada/tidaknya kelainan misalnya ada udara, cairan dsb.
-          Cara kerja :
        Membuka pakaian sesuai dengan kebutuhan
        Jari tangan kiri diluruskan, tekan bagian ujung jari dengan kuat pada permukaan yang akan diperkusi
        Lenturkan jari tengah kanan dan pertehankan kelenturan pada pergelangan tangan
        Ketukkan jari tengah kanan pada jari tengah kiri à pertahankan gerakan pada pergelangan tangan
Ø  Auskultasi ( mendengar )
-          Pemeriksaan dengan menggunakan alat ( statescop ) untuk memperjelas pendengaran misalnya :
        Bunyi jantung
        Bunyi/suara paru
        Bising usus
        Denyut jantung
        Tekanan darah

DIAGNOSA KEPERAWATAN
                  Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang jelas mengenai status kesehatan atau masalah aktual atau risiko dalam rangka mengidentifikasi dan menentukan intervensi keperawatan untuk mengurangi, menghilangkan, atau mencegah masalah kesehatanyang ada pada tanggung jawabnya.
Tujuan penggunaan diagnosa keperawatan :
  1. Memberikan bahasa yang umum bagi perawat sehingga dapat membentuk jalinan informasi dalam persamaan persepsi.
  2. Meningkatkan identifikasi tujuan yang tepat sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi
  3. Menciptakan standar praktek keperawatan
  4. Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan
  5. Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
Dalam merumuskan diagnosa keperawatan, ada 3 komponen yang perlu dicamtumkan, yaitu :Problem (P), Etiologi (E), dan Simtom (S).
Antara problem dan etiologi dihubungkan dengan :
  1. Berhubungan dengan.....
  2. Sekunder terhadap.....
  3. Disebabkan.........
Dilihat dari status kesehatan klien, diagnosa dapat dibedakan menjadi aktual, potensial, risiko, dan kemungkinan.
Ø  Aktual : diagnosa keperawatan yang menggambarkan penilaian klinik yang harus divalidasi perawat karena adanya batasan karateristik mayor,
Ø  Gangguan bersihan jalan napas b/d akumulasi sekret
Ø  Potensial : diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi klien ke arah yang lebih positif.
Ø  Potensial peningkatan status kesehatan klien b/d intake nurisi adekuat, pasien kooperatif
Ø  Risiko  : diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi klinis individu lebih rentan mengalami maslah
Ø  Ririko infeksi b/d efek pembedahan
Ø  Kemungkinan : diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi klinis individu yang memerlukan data tambahan sebagai faktor pendukung yang lebih akurat .
Ø  Kemungkinan gangguan citra tubuh b/d operasi

PROSES KEPERAWATAN
TAHAP  PERENCANAAN
Pengertian
n  HuntJeniffer dan Mark
            Rencanaasuhankeperawatanadalah catatan yang berisiintervensi dan rencanakeperawatan.
n  Mayer
            Rencanaasuhankeperawatanadalahpengkajian dan pengidentifikasianmasalah yang sistematis, penentuantujuan, sertastrategipelaksanaanpemecahanmasalah
TUJUAN
n  Tahapperencanaanmemberikankesempatanpadaperawat,Klien,keluargadan orang terdekatuntukmerumuskanrencanatindakan yang bertujuanuntukmengatasimasalah-masalahklien.
KOMPONEN TAHAP PERENCANAAN
A. Membuatprioritasurutanmasalah
            Apaurgensipenanganansetiapmasalah ?Masalahmana yang harusdiatasilebihdulu?
                        Padapengkajian, perawatmenemukanberbagaimasalahpadaklien.Setelahmerumuskandiagnosakeperawatanuntukmasalahklien, perawatmulaimembuaturutandiagnosakeperawatan.   
n  Prioritastinggi
            Prioritastinggidisinimencerminkansituasi yang mengancamkehidupan( nyawaseseorang ) sehinggaperludilakukanterlebihdahulusepertimasalahbersihanjalannafas.
n  Prioritassedang
            Prioritasinimenggambarkansituasi yang tidakgawatdantidakmengancamhidupkliensepertimasalahhigienePerseorangan.
n  PrioritasRendah
            prioritasrendahinimenggambarkansituasi yang tidakberhubunganlangsungdengan prognosis darisuatupenyakit yang secaraspesifiksepertimasalahkeuangan.



Berdasarkankebutuhan Maslow
            Maslow membagiurutantersebutberdasrakanurutankebutuhandasarmanusiadiantaranya :
  • KebutuhanFisiologimeliputimasalahrespirasi,sirkulasi,suhu,nutrisi,nyeri,mobilitas,eliminasi
  • KebutuhanKeamanandankeselamatanmeliputi : masalahlingkungan,kondisitempattinggal,perlindungan,pakaian,bebasdariinfeksidan rasa takut
  • KebutuhanmencintaidandicintaimeliputiKasihsayang,seksualitas,hubunganantarmanusia
  • KebutuhanHargadirimeliputimasalahrespekdarikeluarga,perasaanmenghargaidirisendiri
  • KebutuhanAktualisasiDirimeliputimasalahkepuasanterhadaplingkungan.
Kriteria hasil adalah tujuan dan sasaran  yang realistic dan dapat diukur dimana klien diharapkan untuk mencapainya criteria hasil menggambarkan meteran untuk mengukur hasil akhir ASKEP. Kriteria hasil merupakan tujuan kearah mana perawat kesehatan diarahkan dandasar untuk rencana ASKEP.
KOMPONEN PERNYATAAN KRITERIA HASIL
n  Subjek
n  Kata kerja yang dapatdiukur
n  Hasil
n  Kriteria
n  Target waktu

n  Subjek
Menunjukkan siapa yang mencapai criteria hasil.Mis:Klien,keluarga,atau orang terdekatdan masyarakat
n  2.Kata kerja yang dapatdiukur
Menunjukkan tindakan ,tingkahlaku, dan respon dari klien yang dapat dilihat,didengar ,,atau diraba,jadi dapat diukur.
n  3.Hasil
Menunjukkan respon fisiologis, psikologis, dan gaya hidup yang diharapkan dari klien terhadap intervensi.Klien diharapkan berespon dalam tingkah laku yang spesifik terhadap intervensi keperawatan tertentu.

n  4.Kriteria
      Mengukurkemajuankliendalammencapaihasil.Kriteriamenunjukkantingkatankecakapan yang diperlukanuntukmenyelesaikanhasilakhir.
n  5.Target waktu
Menunjukkan periode waktu tertentu yang diinginkan untuk mencapai criteria hasil.Batasan waktu membantu perawat dalam evaluasi. Tahap untuk memastikan apakah criteria hasil dicapai dalam periode waktu tersebut .
Tindakanapa yang diImplementasikanolehperawatuntukmembantukliendalammencapaikriteriahasil?
Instruksikeperawatanmerupakantindakan-tindakanspesifik yang diimplementasikanolehperawatuntukmembantukliendalammencapaikriteriahasil.
KOMPONEN INSTRUKSI KEPERAWATAN PADA RENCANA PERAWATAN
n  Tanggal: Hari,bulandantahunditulispadarencana ASKEP olehperawat
n  Kata kerja yang dapatdiukur  :merupakantindakanperawat yang dapatdilihat,dirasadandidengar.
n  Subjek :menunjukkansiapa yang menerimatindakanperawatan.
n  Hasil :menunjukkanhasil yang ditujudaritindakanperawat.
n  Target waktu  :menujukkanperiodedimanaperawatmengimplementasikaninstruksikeperawatan.
n  Tandatangan :membuktikankebenaraninstruksikeperawatan.
Tipeinstruksikeperawatan:
n  Diagnostik
n  Terapeutik
n  Penyuluhan
n  Rujukan

n  Diagnostik
Mengkajikemajuanklienkearahpencapaiankriterianhasildenganpemantauanaktivitaskliensecaralangsung.Instruksidiagnostikdapatdigunakanuntukmengumpulkaninformasidalamupayauntukmengisiinformasi yang kurang.
n  Terapeutik
            Menunjukkantindakanolehperawat yang secaralangsungmengurangi,memperbaikiataumencegahekserbasimasalah.
n  Penyuluhan
            Meningkatkanperawatandirikliendenganmembantuindividuuntukmemperolehtingkahlakubaru yang mempermudahresolusimasalahklien.Instruksipenyuluhanmenekankanpartisifasiklienuntukbertanggungjawabterhadapperawatandiri.
n  Rujukan
            Menekankanperanperawatsebagaikoordinatordanmanajerdalamperawatankliendalamanggota Tim perawatkesehatan.

Intervensiterapeutik
            Tindakanterapeutikadalahaskep yang langsungsesuaikeadaanklien.Rencanakeperawatanynglebihdarisatuharus di kerjakansungguh-sungguhsesuaiproritasmasalahdalamdiagnosakeperawatan.
Intervensipemantapan/ observasi
Proses inimembutuhkanketajamanobservasiperawattermasukketerampilanmengevaluasi yang tepat. Progam yang lebihdari yang sangatmenetukankesehatanklien.Perawatharuslebihmelihatperkembangan yang baikdanburukdarikliensepertiMengobservasitanda vital.
MENULIS RENCANA ASKEP
Setelahmenyelesaikanpengkajian,diagnosakeperawatandanperencanaan,perawatmenulisrincian ASKEP untukperawatanklien.Rencana ASKEP tersebutmenyerupaicetakbirusebuahrencana yang dirancangdenganhati-hati.Rencana ASKEP mengaturinformasitentang status kesehatanklien.Rencana ASKEP merupakanerncanaperawatan yang bersifat individual, disusununtukmengatasimasalah-masalahklien. Setelahmenyelesaikanpengkajian,diagnosakeperawatandanperencanaan,perawatmenulisrincian ASKEP untukperawatanklien.Rencana ASKEP tersebutmenyerupaicetakbirusebuahrencana yang dirancangdenganhati-hati.Rencana ASKEP mengaturinformasitentang status kesehatanklien.Rencana ASKEP merupakanerncanaperawatan yang bersifat individual, disusununtukmengatasimasalah-masalahklien
ManfaatrencanaASKEP :
n  Membantudalammemberikanperawatan yang berkualitas
n  Meningkatkankomunikasi,pengaturandanevaluasi ASKEP
n  Data base untukmembuatpenugasandanmengalokasikanwaktudansumber-sumber
n  Data base untukdistribusisumber-sumberpadapusatperawatankesehatandenganadministrasi.
n  Data base untukpemeriksaanjaminankualitas
n  Manfaatbagibidangkeperawatantenagamengidentifikasikontribusikeperawatan yang unikdalamperawatanklien.

TAHAP IMPLEMENTASI
TUJUAN
SelamatahapimplementasitujuanperawatmelaksanakanrencanaASKEP.Instruksikeperawatandiimplementasikanuntukmenbantuklienmemenuhikriteriahasil.
KOMPONEN TAHAP IMPLEMENTASI
n  Tindakankeperawatanmandiri
n  Tindakankeperawatankolaboratif
n  Dokumentasitindakankeperawatandanresponsklienterhadap ASKEP
Tindakankeperawatanmandiriiniditetapkandengan STANDAR PRAKTIK AMERICAN NURSES ASSOCIATION (1973) :undang-undangpraktikperawatnegarabagian: dankebijakaninstitusiperawatkesehatan
Tindakankeperawatankolaboratif :DiImplementasikanbilaperawatbekerjadengananggota Tim perawatankesehatan yang lain dalammembuatkeputusanbersama.Yangbertujuanuntukmengatasimasalah-masalahklien.

 
EVALUASI KEPERAWATAN
  1.    PENDAHULUAN
·         Evaluasiadalahtindakanintelektualuntukmelengkapi proses keperawatan yang menandakanseberapajauhdiagnosakeperawatan,rencanatindakan,danpelaksanaanya yang sudahbehasil di capai.
B.      TUJUAN EVALUASI
·         Melihatkemampuankliendalammencapaitujuan.mismengadakanhubungandenganklienberdasarkanresponklienterhadaptindakankep yang di berikansehinggahperawatdapatmengambilkeputusan :
·         Mengakhirirencanatindakankep (klienmencapaitujuanyg di tetapkan)
·         Memodifikasirencanatindakankep (klienmengalamikesulitanuntukmencapaitujuan)
·         Meneruskanrencanatindakankep (klienmemerlukanwaktu yang lebih lama untukmencapaitujuan)
C.      PROSES EVALUASI
Proses evaluasiterdiridari 2 tahap :
          Mengukurpencapaintujuanklien
          Membandingkan data yang terkumpuldengantujuandanpencapaiantujuan

1.       Mengukurpencapaintujuanklien
a.       Kognitif (Pengetahuan)
Lingkupevaluasipadakognitifmeliputipengetahuanklienterhadappenyakitnya,mengontrolgejala-gejalanya,pengoatan,diet,aktivitas,persedianalat-alat,resikokomplikasi,gejala yang di laporkan,pencegahan,pengukuranalat-alatdan .
Evaluasikognitifdapat di perolehmelalui interview atautestertulis.
b.      Afektif (status emosional )
cenderungkepenilaian yang subyektifdansangatsukar di evaluasi.hasilevaluasi di tulisdalambentukperilaku yang akanmemberikansesuatuindikasiterhadap status emosi klien .Observasisecaralangsung.perawatmengobservasiekspresiwajah ,posturtubuhdan nada suarasertaisipesansecara verbal padawaktumelakukanwawancara.
Fedbackdaristafkesehatan yang lain.
c.       Psikomotor
halinibisa di lakukanmelaluiobservasisecaralangsungdenganmelihatapa yang telah di lakukankliensesuaidengan yang di harapkanadalahsuatucara yang terbaikuntukmengevaluasipsikomotorklien.
d.      Perubahanfungsitubuhdangejala
mencakupbeberapaaspek status kesehatanklien yang bisa di observasi sec langsung.mis interview danpemeriksaanfisik.
2.       Penentuankeputusanpadatahapevaluasi
q  keputusandalamtahapevaluasi
a)      Klienmencapaihasil yang di tentukandalamtujuan.
b)      Klienmasihdalam proses pencapainhasil yang di tentukan.
c)       Klientidakdapatmencapaihasil yang telah di tentukan.
3.       KomponenEvaluasi
·         Menentukankriteria,standar,danpertanyaanevaluasi
·         Mengumpulkan data mengenaikeadaanklienterbaru.
·         Menganalisa&membandingkan data terhadapkriteriadanstandar .
·         Merangkumhasildanmembuatkesimpulan
·         melaksanakantindakan yang sesuaiberdasarkankesimpulan

Menentukankriteria,standar,&pertanyaanevaluasi
q  Kriteria
kriteria di gunakansebagaipedomanobservasiuntukpengumpulan data dansebagaipenentuankesahihan data yang terkumpul.sedangkanstandarkep di gunakanlebihluassbgaidasarevaluasipraktekkeperawatan sec luas.
q  Standarpraktek
suatustandarmenyatakanapa yang harus di laksanakandan di gunakansebagaisuatu model untukkualitaspelayanan.standarharusberdasarkanhasilpenelitian,konsepteori,dandapat di terimaolehpraktekklinikkeperawatansaatsekarang.
Mis :Standarpraktekkeperawatan yang di susunoleh ANA.

Evaluasi questions                           
          Pengkajian : apakahpengkajiandapat di laksanakankepadaklien
          Diagnosa; Apakahdiagnosa di susunbersamadenganklien
          Perencanaan : apakahtujuan di dentifikasidalamperencanaan
          Pelaksanaan :apakahklien di beritahuterhadaptindakan yang di berikan
          Evaluasi :apakahmodifikasitindakankeperawatan di perlukan.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar